BPPSI Pekanbaru

Pemanfaatan Buah Sisa Sebagai Bioetanol dan Pupuk Organik

Pemanfaatan Buah Sisa Sebagai Bioetanol dan Pupuk Organik
Ricky Yadi, Eddifa Rahman, Vetrio Monandes
Balai Pengembangan Produk dan Standardisasi Industri Pekanbaru
*Koresponden E-mail: ricky.yadi88@gmail.com

Kebutuhan akan nilai tambah produk pertanian semakin meningkat, baik berupa manfaat kesehatan maupun pengurangan limbah pencemaran. Pemilahan buah-buahan yang terbuang begitu saja masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan yang memiliki nilai tambah. Pada umumnya buah-buahan mengandung glukosa yang merupakan bahan dasar dalam pembuatan bioetanol. Meski kualitas buah sisa sudah menurun, namun tetap mengandung glukosa yang kemudian bisa difermentasi menjadi bioetanol atau pupuk organik. Saat ini industri farmasi dan makanan dan minuman membutuhkan pasokan bioetanol yang besar untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan industri. Sementara itu, lahan pertanian semakin mengarah ke sistem pertanian organik. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan produk baru dari limbah buah menjadi bioetanol dan pupuk organik yang bermanfaat baik bagi masyarakat maupun pemerintah sehingga dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan menciptakan peluang bisnis baru. Metode pengolahan bioetanol menggunakan Saccharomyces cerevisiae sebagai biokatalis dan menggunakan aktivator EM4 untuk menghasilkan pupuk organik. Kegiatan ini menghasilkan produk keluaran berupa bioetanol 46,78% dan pupuk organik yang mengandung 1% N.

 

Publikasinya dapat diunduh Di Sini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 12 =

Chat
1
Bantuan
BPPSI Pekanbaru
Hello...