BPPSI Pekanbaru

Perekayasaan

Diversifikasi Produk Olahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO)

Agustus 2019

Ricky Yadi, Robby Kumar, Eddifa Rahman, Vetrio Monandes, Dia Sari Permata

Provinsi Riau memiliki areal perkebunan kelapa terbesar di Indonesia yaitu ± 511.074 ha (Riau Dalam Angka 2018), dengan empat kabupaten potensial penghasil kelapa di antaranya Kabupaten Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Pelalawan. Kondisi saat ini kelapa mayoritas dijual langsung dalam bentuk kelapa utuh dan ada juga produk olahan kelapa oleh industri besar sehingga belum dirasakan dampaknya oleh petani kelapa. Sebagai alternatif solusi adalah adanya diversifikasi produk dari buah kelapa yaitu virgin coconut oil (VCO) yang memiliki banyak manfaat untuk produk pangan, farmasi, dan kosmetik. Pembuatan VCO dapat dilakukan dengan metode pemancingan, fermentasi, enzimatis, dan sentrifugasi. Pada kegiatan ini pembuatan VCO dilakukan dengan dengan metode sentrifugasi karena proses pembuatannya lebih cepat dari metode lainnya. Dari hasil kegiatan ini diperoleh rendemen sebesar 20%. Hasil pengujian mutu pada sampel diperoleh VCO memiliki bau khas kelapa segar, rasa khas minyak kelapa, tidak berwarna, kadar air 0,12%, bilangan iod 7,015 g iod/100gr, kadar asam lemak bebas 0,16%, dan bilangan peroksida 1,22 mg ek/kg. Berdasarkan pengujian mutu yang dilakukan, karakteristik VCO yang diproses dengan metode sentrifugasi pada kegiatan ini sudah memenuhi syarat mutu pada SNI 7381:2018.

Kata kunci: Virgin Coconut Oil, Diversifikasi Produk, Sentrifugasi


Pembuatan Tepung dari Umbi Keladi

Agustus 2019

Dia Sari Permata, Robby Kumar, Ricky Yadi, Vetrio Monandes, Eddifa Rahman

Pemanfaatan sumber pangan dari komoditas pertanian berupa umbi – umbian memiliki prospek yang bagus pada tahun – tahun mendatang. Provinsi Riau merupakan salah satu daerah penghasil umbi keladi dan banyak terdapat di Desa Darussalam, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, dengan luas areal 217 ha (BPS Kab. Rokan Hilir, 2016). Permasalahan keladi di Desa Darussalam adalah petani pada umumnya langsung menjual semua hasil panennya dalam bentuk umbi basah ke Sumatera Utara, Jambi, bahkan ke Malaysia dengan kisaran harga Rp.2500 – Rp.5000 per kg. Penjualan keladi ke Malaysia berdampak signifakan pada industri hilir di luar negeri sehingga diperlukan modifikasi produk dari tanaman umbi keladi di dalam negeri untuk meningkatkan nilai jualnya. Umbi keladi dapat dibuat produk antara berupa tepung karena dapat digunakan sebagai substitusi tepung terigu untuk pembuatan berbagai macam olahan makanan dan kue. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan tepung keladi di BPPSI Pekanbaru adalah serangkaian mini plant yang terdiri dari mesin pencucian, mesin pengiris, mesin pengering, dan mesin penepung serta peralatan pendukung lainnya. Peralatan ini memiliki keuntungan baik dalam hal produksi maupun kualitas mutu produk yang dihasilkannya, sebagai contoh penggunaan peralatan pengering lebih baik daripada menggunakan sinar matahari. Kelebihanannya antara lain suhu pengeringan dan laju alir udara panas yang dapat dikontrol, kebersihan yang lebih terjaga, dan pemanasan terjadi secara merata. Dari hasil kegiatan ini diperoleh rendemen sebesar 23,6% b/b yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian mutu produk tepung keladi dalam skala laboratorium. Adapun hasil analisa yang didapatkan di antaranya keadaaan (normal), benda asing (tidak ada), kehalusan (99,7%), kadar air (10,81%), protein (9,41%), dan memenuhi persyaratan mutu SNI 3751-2009 (tepung terigu). Sedangkan untuk parameter kadar abu (3,28%) berada di atas baku mutu, hal ini dikarenakan masih terdapatnya kandungan mineral pada bahan.

Kata Kunci: Umbi, Umbi Keladi, Tepung Keladi

Chat
1
Bantuan
BPPSI Pekanbaru
Hello...